06 April 2009

Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan

 

=======================================================
GRATIS Mendaftar di Dynasis PULSA Elektrik:
Cara pendaftaran/registrasi dilakukan melalui SMS dengan format sbb:

======================================
REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
======================================
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
======================================
Lalu SMS ke: 081320476048

======================================
 

Biasa Ala Orang yang Diamanahi Jabatan

Oleh Arda Dinata

http://pulsakekayaan.tk

 

Jabatan diartikan sebagai pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Orang yang memegang jabatan penting itu, dinamakan pejabat/ penguasa. Di sini, orang yang diamanahi jabatan menjadi sesuatu yang potensial. Yakni bisa menjadi jalan kemulyaan, bila mampu menunaikan amanah (jabatan) itu sesuai tuntunan-Nya. Sebaliknya, menjadi bencana bila kita tidak mampu dan berhati-hati menjaga amanah itu.

 

Dalam pandangan KH Miftah Faridl, diantara sekian banyak penyakit yang paling berbahaya jika hinggap pada diri penguasa (baca: penjabat-Pen) adalah jika ia sudah merasa berkuasa. Jika seorang penguasa kemasukan nafsu ingin berkuasa dan mulai mengkuasai, tidak ada lagi kekuasaan lain yang diakui dan dipatuhinya, maka sikap ini tdak saja membahayakan kehidupan masyarakat dan negara, tapi juga mengancam perdamaian dunia. Pejabat seperti ini, jelas-jelas akan mendapatkan buah kerugian.

 

Untuk mencegah hal itu, setiap kita harus bisa memagari pejabat agar tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengembangbiakkan penyakit ini pada dirinya. Harus diciptakan sebuah sistem yang memungkinkan seorang penguasa tunduk pada hukum-hukum Allah dan Rasulnya. Sikap demikian, tentunya akan lahir dari seorang pejabat yang benar-benar memfungsikan amanah itu sesuai dengan ketentuan-Nya. Inilah sikap biasa ala orang yang diamanahi jabatan.

 

Berkait dengan itu, Allah SWT dalam Alquran menetapkan bahwa: "…. (kaum muslimin adalah) orang-orang yang jika Kami beri mereka kekuasaan di muka bumi, niscaya mereka dirikan shalat, tunaikan zakat, menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar ….." (QS. 22: 41).

 

Ayat di atas, jelas-jelas bahwa orang yang diamanahi jabatan (kekuasaan) harus terbiasa menjalankan perintah-Nya dan menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar. Selain itu, amanah jabatannya akan ia posisikan dalam koridor untuk mencapai derajat takwa, karena hanya itulah kemulyaan dalam pandangan-Nya (baca: QS. 49: 13).

 

Untuk itu, biasa ala pejabat harusnya akan melahirkan perilaku yang jauh dari kesombongan dan kemungkaran. Baginya, jabatan hanya sebagai jalan mencapai kemulyaan di hadapan-Nya. Dan kelihatannya, penyimpangan para pejabat dewasa ini, adalah akibat hilangnya atas kesadaran moral seperti itu.

 

Pada tatanan ini, kiranya patut direnungkan dan dikedepankan apa yang dinasehatkan Kiai kepada seorang muridnya, yang telah mengemban jabatan sebagai khalifah (pimpinan) di suatu daerah. Nasehat ini, beliau sampaikan pada acara syukuran yang digelar di pesantren asuhan seorang Kiai, guru pejabat yang mengundangnya tersebut.

 

Nasehat untuk khalifah itu, ada tiga hal utama. Pertama, nasehat supaya menabung kesadaran dan berhemat kata-kata. Di tengah masyarakat yang sedang bingung memilih pegangan hidup untuk (belajar) berjamaah dan berjami'iyah secara baik, tentu kedua hal itu teramat penting dilakukan oleh pejabat dewasa ini.

 

Kedua, berupa menyadarkan seluruh tim sukses yang memberikan dukungan kepadanya, untuk mulai memainkan peran baru, yaitu tidak lagi hanya pendukung semata, tapi harus berperan sebagai pengawas utama atas jabatan yang diembannya. Peran ini begitu penting, biar perilakunya selalu terkontrol dan terawasi, agar berada dalam rel kebenaran-Nya.

 

Ketiga, keberhasilan yang digapai oleh seorang pejabat, sesungguhnya bukanlah dihasilkan oleh dirinya sendiri, melainkan keberhasilan yang dikondisikan oleh Allah dan memperoleh respons positif seluruh rakyat, masyarakat yang dipimpinnya. Pencapaian itu, tidak lain karena ia diberi kemampuan oleh Allah untuk menegakkan sikap amanah, shiddiq, fathonah, dan tabligh secara tepat. Untuk itu, ia harus banyak-banyak bersyukur atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya tersebut.

 

Setidaknya, dengan ketiga nasehat Kiai itu, akan dapat membantu mewujudkan sikap biasa ala orang yang diserahi jabatan seperti yang diharapkan dalam QS. (22): 41 dan QS. (49): 13.

 

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://miqraindonesia.tk


 



Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Empat Sikap Pribadi Pantang Menyerah

 

 

=======================================================
GRATIS Mendaftar di Dynasis PULSA Elektrik:
Cara pendaftaran/registrasi dilakukan melalui SMS dengan format sbb:

======================================
REG.NO HP ANDA. NAMA ANDA.-..-
===================================
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
======================================
Lalu SMS ke: 081320476048

 

Empat Sikap Pribadi Pantang Menyerah
Oleh Arda Dinata
http://www.klikdyna sis.net?id= ar6482


Alam dan isinya ini tercipta secara berpasangsan, sehingga melahirkan hukum tarik menarik. Artinya konsisi alam ini akan selalu dinamis dengan kehendak-Nya. Begitupun dengan menjalankan bisnis, pasti ada yang namanya naik-turun. untuk itu, kita harus jadi pribadi yang pantang menyerah.

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya mengangap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya.

seseorang menjadi kuat, pada dasarnya karena mentalnya kuat. seseorang menjadi lemah, karena mentalnya lemah. Begitu juga, seseorang sukses, karena ia memiliki keinginan sukses. Dan seseorang gagal, karena ia berbuat gagal. Dalam hal ini, bila kita ingin SUKSES DI DYNASIS, maka caranya tidak lain dalam diri kita harus yakin bahwa bisnis di DYNASIS ini adalah jalan yang harus kita lakukan secara maksimal mungkin. Yakni bekerja secara cermat, tepat dan benar dalam mengembangkan bisnis ini. Inilah sebuah bisnis yang menurut saya adalah BISNIS POHON PAHALA. Artinya semakin pohon itu berkembang, maka akar-akarnya makin kuat dan memiliki cabang yang banyak sehingga memberikan perlindungan pada orang yang ada di sekitarnya. Bisnis Dynasispun, sama. Bisnis ini jelas-jelas mengandalakan (bonus terbesarnya) dari kebesaran pohon jaringannya. INILAH YANG HARUS KITA LAKUKAN.

Untuk mencapai itu, maka diperlukan paling tidak 4 sikap pantang menyarah bagi para membernya melalu pola pikir positif dalam menjalankan bisnis ini. Pertama, berpikir positif kepada Sang Pencipta. Kita ikut bisnis ini, yakin atas petujuk dari Allah. Untukitu kita harus bersyukur dan menjalankannya dengan betul2, semata mengharap ridha-Nya.

Kedua, berpikir positif pada diri sendiri. Kita harus yakin bahwa kita memiliki kemampuan untuk menjalankan bisnis ini secara sukses. Ingat bahwa setiap kita adalah seorang juara bagi diri kita sendiri. Untuk itu, kita harus yakin dan benar-benar dalam menjalankan bisnis ini. Dan yang pasti kita memiliki keunikan tersendiri dalam menjalankan bisnis ini. Hanya orang-orang yang mau belajarlah yang dapat menjadi orang unik yang sukses.

Ketiga, berpikir positif pada orang lain. Orang lain itu,dalam bisnis ini adalah perusahan Dynasis yang memberi fasilitas bisnis ini. Saya yakin perusahaan ini tidak mau rugi, sehingga akan selalu mengembangkan bisnis ini dan Dyanisis harus sadar betul bahwa para member ini adalah merupakan aset potensial bisnisnya. Dan ini harus selalu mendapat perhatiannya. Ini adalah bisnis jaringan Bung! Selain itu, orang lain itu juga adalah para up line kita yang telah memperkenalkan bisnis ini pada kita. Melalui merekalah kita pertama kali mengenal dan menjalankan bisnis di Dynasis. Untuk itu, saya yakin mereka tidak mungkin menjerumuskan para down line-nya. Ok..!!!! Dan terakhir, orang lain itu adalah para down line kita, karena merekalah jaringan bisnis ini terus berkembang, berkembang dan berkembang lagi. Makanya, kita harus menjalin hubungan baik dengan mereka.

Keempat, berpikir positif pada waktu. Setiap manusia diberi waktu yang sama. Hanya member2 yang produktif dan kreatiflah yang akan mampu mendapat bonus besar di bisnis ini. Untuk itu, kembangkalah terus jaringan bisnis ini dan didiklah mereka agar mandiri, karena ini yang membuat pundi-pundi BONUS di Bisnis ini.

Akhirnya, selamat berjuang sahabat-sahabatku. ...!!!! KITA BERTEMU DI PUNCAK BONUS TERBESAR.... AMIN..
Salam buat jaringan groupku [AR6482] di JAKARTA, INDRAMAYU, PANGANDARAN, PRIANGAN, BANDUNG, SUKABUMI, dll.... Maju terus.....!

Arda Dinata, seorang motivator dan penulis lepas di media cetak dan elektronik.
hp. 081320476048

Gabung Bersama GROUP DYNASISKU dan dapatkan EBOOKS MOTIVASI GRATIS.

http://pulsagolden. tk

 =======================================================
GRATIS Mendaftar di Dynasis PULSA Elektrik:
Cara pendaftaran/registrasi dilakukan melalui SMS dengan format sbb:

======================================
REG..NO HP ANDA. NAMA ANDA.-.-
===================================
Contoh: REG.081809616519.CANTIK JELITA.-.-
======================================
Lalu SMS ke: 081320476048

 

__._,_.___
=============================================
PULSA GRATIS Pulsa Gratis Selamanya, MAU?
Kalau Bisa Dapat "PULSA GRATIS"
Ngapain Juga Harus Beli...!!
Klik http://www.dynasis.biz/hpku
=============================================

Situsnya Inspirasi, ILMU, Motivasi & Amal
Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] Indonesia
Klik http://miqraindonesia.tk; http://ardadinata.tk
=============================================

Situsnya ILMU MENJADI KAYA! http://ilmumenjadikaya.blogspot..com :)
Silahkan nikmati aneka ilmu dan informasi yang mengantarkan hidup Anda jadi Kaya Raya!!!!
Inilah Blog Pusat Program Yang Mengantarkan Anda Menjadi Kaya Raya!!!:)
Klik http://ilmumenjadikaya.blogspot.com
=============================================

Ingin menerbitkan buku tapi belum tahu caranya?
Klik http://www.naskahoke.com/e-mbig/?id=terbit
=============================================

TEMUKAN 3 LANGKAH MENGHASILKAN UANG MELIMPAH DI INTERNET!!!
Mau TAHU CARANYA??? Klik http://www.formulabisnis.com/?id=ilmukaya
=============================================

TEMUKAN PETA HARTA KARUN PENULIS SUKSES: Penulis dengan Income 5 M!!!
Inilah RAHASIANYA: http://www.penulissukses.com/?id=buku08
=============================================


Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!

21 Januari 2009

Agar Nyamuk Tak Sempat Menggigit


| ILMU MENJADI KAYA |

Cara Menghasilkan 100-500/hari !!
Potensi Menghasilkan Jutaan/bln Terbukti ! Saya Buktiknya, 100% Halal !
http://www.bisnisotomatis.com


Anda tidak mudah percaya ??

Jika anda tidak mudah percaya , berarti hidup anda tidak akan berubah.
http://www.formulabisnis.com


SISTEM MESIN UANG OTOMATIS

Berusaha & berdo'a serta ikuti cara kami Semoga akan teratasi,insya Allah.
http://www.formulabisnis.com/?id=ws25198

DEMAM BERDARAH DENGUE

Agar Nyamuk Tak Sempat Menggigit

Kompas: Senin, 5 Januari 2009 | 00:45 WIB

Memasuki musim hujan, serangan penyakit demam berdarah dengue patut diwaspadai. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu telah menelan banyak korban. Namun, segala upaya untuk memutus mata rantai penularan penyakit itu masih kurang efektif.

Di tengah ketidakberdayaan melawan demam berdarah dengue di berbagai negara tropis di dunia, sekelompok peneliti Australia didanai miliarder Bill Gates mengklaim telah menghasilkan riset yang dapat membantu memerangi DBD dengan cara menghentikan jalur penularan penyakit itu. Mereka berhasil menginfeksi nyamuk penyebar penyakit tropis itu dengan bakteri Wolbachia sehingga kemampuannya menularkan dengue ke manusia berkurang.

Caranya, dengan menginfeksi nyamuk pembawa penyakit itu dengan parasit yang memperpendek masa hidup nyamuk itu. Dalam paparan hasil penelitian pada jurnal Science dijelaskan, bakteri Wolbachia menyebar dengan baik melalui uji laboratorium pada nyamuk-nyamuk yang berkembang biak.

Dengue hanya dibawa nyamuk dewasa sehingga membunuh mereka bisa memutus mata rantai penularan DBD. Mereka telah menginfeksi 10.000 embrio nyamuk dengan bakteri itu. Tes itu untuk melihat sejauh mana bakteri itu bisa mengurangi masa hidup serangga tanpa membunuhnya atau mencegah perkembangbiakan mereka

Para peneliti dari Universitas Queensland di Brisbane, Australia, mengambil strain yang dikenal dengan nama Wolbachia untuk memperpendek masa hidup nyamuk vektor DBD. Nyamuk yang membawa virus dengue tak secara alami rentan terhadap bakteri sehingga peneliti membuat nyamuk beradaptasi agar infeksi itu berhasil.

Bakteri itu dapat menyebar dari nyamuk betina yang terinfeksi kepada keturunannya. Hal ini bisa memperpendek masa hidup nyamuk itu dan embrionya.

Penentuan apakah hal itu dapat menghilangkan nyamuk pembawa virus merupakan tantangan tersendiri. Virus itu menyerang manusia saat nyamuk membawa virus tersebut dalam darah. Selama ini pemberantasan nyamuk dilakukan dengan insektisida, tetapi hal ini bisa menimbulkan resistensi nyamuk terhadap paparan bahan kimia.

Potensi Wolbachia sebagai satu jalan pengendalian populasi nyamuk cukup menjanjikan. Studi terakhir menawarkan harapan—meskipun di bawah kondisi laboratorium—bahwa hal itu kemungkinan berjalan efektif. "Kuncinya adalah hanya nyamuk berusia sangat tua yang dapat menularkan penyakit itu," kata Prof Scott O'Neill, peneliti.

Ini berarti hanya nyamuk dewasa yang berbahaya bagi manusia dan dengan membunuh nyamuk-nyamuk itu akan mengurangi kemampuan mereka menginfeksi. Upaya ini dinilai jalan murah untuk mengatasi masalah itu, khususnya di daerah urban, saat metode lain pengendalian penyakit itu sulit dilakukan. (BBC/AFP/EVY)



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

08 Januari 2009

Sanitasi Penyehatan Makanan Sebagai “Penghalau” Keracunan Makanan

 
Sanitasi Penyehatan Makanan Sebagai "Penghalau" Keracunan Makanan
Oleh: Arda Dinata
http://ardadinata.tk

AKHIR-AKHIR ini, kerap kali terjadi kasus keracunan makanan di tengah-tengah masyarakat kita, salah satunya adalah terjadinya keracunan karena setelah "meminum susu". Susu adalah suatu bahan makanan yang utama dan merupakan kumpulan dari bermacam-macam gizi makanan yang penting bagi tubuh. Itulah sebabnya, mengapa keberadaan susu ini bagi anak-anak sangat penting untuk pertumbuhan badan, sedangkan untuk orang dewasa susu berguna dalam membangun kesehatan tubuh yang lebih prima.

Lebih jauh, susu ini tidak jarang digunakan sebagai makanan tambahan (extra voeding) bagi anak-anak sekolah dan karyawan-karyawan industri/pabrik. Hal ini dimaksudkan tidak lain untuk menambah daya tahan tubuh dan produktivitas kerja mereka agar tidak mudah diserang penyakit. Fungsi ini tentu tidak berlebihan, pasalnya di dalam susu itu mengandung zat-zat makanan yang berguna bagi tubuh manusia, seperti lemak, protein, laktose, garam mineral, dan vitamin.

Walaupun demikian, biarpun kandungan susu ini sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, tapi bila dalam proses pengolahan, penyajian dan penyimpanannya tidak/kurang hati-hati justru akan berbahaya terhadap kesehatan manusia yang mengkonsumsinya (baca: bisa terjadi kasus keracunan). Hal ini didasarkan karena susu itu mudah sekali membusuk/ mengasam dan mudah sekali rusak (pecah).

Kondisi susu yang pecah tersebut, pada umumnya disebabkan karena memang susu itu sendiri telah lama, hingga timbul asam. Atau bisa juga karena susu itu kolestrum, yaitu susu yang keluar (diambil) dari sapi dalam kondisi seminggu setelah sapi beranak.

Terkait dengan itu, barangkali sebagai contoh aktual adalah baru-baru ini kita dikagetkan dengan terjadinya kasus keracunan terhadap ratusan siswa SD di Kota Bandung, setelah minum susu kemasan yang dibagikan gratis. Seperti diberitakan harian "PR" (12/8/04), sedikitnya 250 siswa sekolah dasar dari empat sekolah, yaitu SD Garuda 3, 4, 5 dan SD Dadali 1, mengalami keracunan setelah meminum susu kemasan. Menyinggung penyebab keracunan tersebut, menurut Penanggung Jawab Ruang Gawat Darurat RS Rajawali, dr. Dharma Gita, itu belum diketahui secara pasti. Namun diperkirakan, sejumlah susu yang diminum murid-murid di sana terkontaminasi kuman sehingga basi.

Menyikapi pernyataan tersebut, tentu kalau kita teliti lebih lanjut memang betul kalau susu ini memungkinkan sekali dapat dipakai sebagai media berkembangbiak (baca: terkontaminasi) berbagai kuman-kuman penyakit, terutama penyakit TBC (type boviasis), demam undulant, penyakit kuku dan mulut, diptheri, dan yang lainnya.

Selain itu, susu juga mudah sekali dipalsukan yang mengakibatkan pengurangan nilai-nilai gizi yang dikandungnya (nutritional value). Dan kadang-kadang bahan-bahan subsitusi yang digunakan pun dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan (seperti keracunan dan sejenisnya).

Oleh karena itu, untuk menjaga dan menjamin agar susu yang dihasilkan itu dalam keadaan baik (baca: kualitasnya baik dan hygienis), maka mau tidak mau perlu diadakan pengawasan menyangkut aspek penyehatan (hygiene dan sanitasi) susunya. Hygiene susu ditujukan khusus kepada kualitas susunya sendiri dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium. Sedangkan usaha sanitasi susu ditujukan terhadap segala faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kebersihan susu, diantaranya kebersihan perusahaan susu, kandang sapi, alat-alat yang digunakan, cara memerah susu, cara penyimpanan susu, cara pengangkutan susu, dan yang lainnya.

Secara singkat, dapat dikatakan bahwa seandainya perusahaan-perusahaan penghasil susu itu telah menerapkan sanitasi penyehatan makanan dengan baik, saya kira kemungkinan terjadinya kerusakan terhadap susu yang diolahnya, lebih-lebih terjadinya 'keracunan' tentu dapat kita hindari.

Penyehatan makanan

Untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan, termasuk terjadinya "keracunan susu", maka tidak ada jalan lain makanan dan minuman itu syaratnya harus 'sehat'. Dalam arti, bahan bakunya baik, tenaga pengolahnya sehat dan peralatan yang digunakan bebas dari bibit penyakit, zat kimia berbahaya serta lingkungan yang bersih.

Kalau kita perhatikan, pada dasarnya keberadaan prinsip penyehatan makanan ini bertujuan menjaga agar makanan aman untuk dikonsumsi manusia. Dalam arti tidak menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan lainnya, seperti keracunan.

Dalam hal ini, setidaknya ada tiga faktor yang memengaruhi penyehatan makanan itu. Pertama, faktor sosial budaya masyarakat (baik konsumen maupun produsen makanan). Kondisi rendahnya tingkat pendidikan, pendapatan, dan didukung pula oleh rendahnya budaya masyarakat tentang penyehatan makanan, maka kemungkinan besar hal tersebut akan dapat membahayakan konsumen itu sendiri. Karena kebutuhan mereka masih merupakan dorongan untuk mengkonsumsi, walaupun sekarang masalah gengsi dan pola hidup konsumtif telah menjadi bahan pertimbangan. Kondisi seperti itu seringkali mendorong mereka untuk memilih bahan yang rendah mutunya, kadaluarsa, atau pun telah melewati persyaratan sanitasi makanan. Dalam benaknya, pokoknya yang penting dapat dikonsumsi dan sesuai kemampuan (daya belinya). Misalnya, makanan dalam kemasan yang telah cacat, telur telah retak atau pecah, dan yang lainnya.

Kedua, teknologi penanganan makanan. Hal ini, kadang-kadang menjadikan masalah bagi kita dalam menentukan aman tidaknya makanan itu untuk dikonsumsi. Dan akibat perkembangan teknologi ini, sehingga memungkinkan sekali untuk diproduksinya berbagai jenis makanan dalam kemasan. Jenis kemasan itu sendiri bisa berasal dari bahan kaleng, gelas, alumunium dan berbagai jenis plastik.

Dari berbagai bentuk kemasan itu, tentu tidak sedikit kemungkinannya ada yang menimbulkan masalah keracunan makanan. Misalnya, ada beberapa jenis plastik yang mengalami pelarutan terhadap bahan dan jenis makanan tertentu. Selain itu, teknologi ini juga biasanya dimaksudkan untuk proses pengawetan atau menyimpanan makanan dalam jangka waktu lama. Di mana jika menggunakan cara tradisional, kita menggunakan bumbu-bumbuan (rempah-rempah) untuk mengawetkannya, maka sekarang digunakan bahan-bahan kimia (yang kadang-kadang kurang memperhatikan efek sampingnya).

Ketiga, faktor lingkungan (sanitasi). Penyehatan makanan dalam kaitannya dengan lingkungan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengendalikan faktor makanan, tenaga pengelola, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau memungkinkan timbulnya berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Sehingga dalam usaha penyehatan makanan ini perlu diterapkan pengawasan terhadap prinsip hygiene sanitasi makanan, agar ketiga faktor tersebut dapat kita kendalikan.

Akhirnya, belajar dari terjadinya kasus "keracunan susu" di atas, maka sudah seharusnya pengawasan susu tersebut dilakukaan terhadap: (1) kualitas susunya sendiri, dengan maksud untuk memberikan gizi yang seharusnya dan konsumen terhindar dari berbagai kerugian yang disebabkan pemakaian susu yang mengandung mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit. (2) Melakukan pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi/mengkontaminasi kebersihan susu secara umum.

Jadi, bila hal-hal penyehatan makanan tersebut telah dilaksanakan dengan baik, maka saya kira terjadinya kasus keracunan makanan (akibat meminum susu) dapat dicegah.***

Arda Dinata, A.M.K.L.,
Sanitarian dan tergabung di Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

Penulis Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.

DAPATKAN ARTIKEL LAINYA TENTANG:
1. Menjadi Penulis Sukses, Mendapatkan Harta Karun, Menulis Buku, bisnis internet. Klik di bawah ini: http://www.penulissukses.com?id=buku08

2. Dapatkan E-Book (berbahasa Indonesia) di bawah ini:
- Cara Mudah, Cepat dan Praktis Nampang di Internet / Dasar-Dasar HTML.
- Panduan Praktis Membangun Situs Dinamis dan Interaktif dengan PHP
- Cara Mengirim Puluhan, ratusan Bahkan Ribuan Email dalam Sekali Klik.
- Download GRATIS Ringkasan/Summary buku "KUNCI EMAS, Rahasia Sukses Membangun Kekayaan dan Kesejahteraan", Karya: L.Y. Wiranaga, Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama.
http://www.megabuku.com?ref=1788

Arda Dinata, adalah praktisi kesehatan, pengusaha inspirasi, pembicara, trainer, dan motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.
E-mail: arda.dinata@gmail.com
Hp. 081.320.476048.
http://www.miqra.blogspot.com




Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!

02 Agustus 2008

Free Ebooks Health and Medical

Download Free Ebooks Health and Medical:
http://ardalooker.blogspot.com/

BUKU KESEHATAN:
1. Acne Vulgaris [MENGHITUNG JERAWAT DI DEPAN CERMIN]:
Download Free

2. CEGAH DEMAM BERDARAH dengue:
Download Free

3. Chikungunya:
Download Free

4. Cor Pulmonale:
Download Free

5. DBD:
Download Free

6. DISFUNGSI EREKSI:
Download Free

7. Gonore [KENCING NANAH]:
Download Free

8. Servikalis [KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN]:
Download Free

9. INFEKSI SALURAN KEMIH:
Download Free

10. Flour albus [KEPUTIHAN]:
Download Free

11. Medisco:
Download Free

12. Mola hidatidosa [HAMIL ANGGUR]:
Download Free

13. Multimedia audiovisual PENYULUHAN KESEHATAN:
Download Free

14. Mumps, Parotitis [GONDONG]:
Download Free

15. Pityriasis versicolor [PANU]:
Download Free

16. Premenstrual tension syndrome [PSM]:
Download Free

17. Scabies [KULIT GATAL BIKIN SEBAL]:
Download Free

18. Thalassaemia:
Download Free

02 Mei 2008

Budaya, Banjir, dan Trisakti Manusia

MANUSIA dan kebudayaan merupakan sesuatu yang melekat dan saling berinteraksi untuk mencapai yang terbaik sesuai fenomena alamnya. Hal ini bisa dipahami, pasalnya kebudayaan adalah hasil karya-cipta (pengolahan, pengerahan dan pengarahan terhadap alam) manusia dengan kekuatan jiwa (fikiran, perasaan, kemauan, intuisi, imajinasi, inspirasi, dan fakultas ruhaniah lainnya) dan raganya, yang dimplementasikan oleh diri dalam berbagai kehidupan manusia. Yakni sebagai jawaban atas segala tantangan, tuntutan dan dorongan dari intra dan ekstra diri manusia menuju kebahagiaan, keselamatan dan kesejahteraan manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat.

Sementara itu, kebudayaan dalam mata Hadji Agoes Salim (1954), adalah persatuan dari budi dan daya menjadi kata dan makna yang sejiwa, tidak lagi menerima dibagi atau dipisah-pisah atas dua maknanya masing-masing. Yaitu budi yang mengandung makna, akal, fikiran, pengertian, faham, pendapat, ikhtiar, atau perasaan; dan daya yang mengandung makna tenaga, kekuatan, kesanggupan.

Dengan demikian kebudayaan mengandung makna leburan antara dua makna tersebut. Artinya himpunan segala usaha dan daya upaya yang dikerjakan dengan menggunakan hasil pendapat budi, untuk memperbaiki sesuatu tujuan mencapai kesempurnaan dengan mempergunakan daya-nya.

Betapa indah dan melegakan hati insan manusia, jika tataran makna kebudayaan itu bersemayam dan benar-benar telah diimplementasikan dalam hidup keseharian masyarakat Indonesia. Sehingga, menyikapi kondisi kekinian di beberapa belahan kota-kota di Indonesia, patut kita kedepankan pertanyaan tentang di manakah diletakan predikat “kebudayaan” pada manusia Indonesia itu? Bukankah, tiap manusia pada hakekatnya merupakan makhluk berbudaya!

* *

BETAPA sedihnya, bila predikat makhluk berbudaya itu telah lepas dari jaket kemanusiaan kita. Ini artinya kita telah memposisikan dirinya sama dengan binatang dan bahkan lebih rendah lagi. Amit-amit, bila hal ini benar-benar menimpa manusia-manusia Indonesia. Sehingga, keinginan mempertahankan predikat makhluk berbudaya itu, tentu bukan hanya sekedar keinginan, tapi yang lebih penting lagi adalah bukti nyata dari perilaku berbudaya dalam hidup keseharian kita.

Beberapa musibah, bencana alam, atau apalah namanya, yang terjadi belakangan ini merupakan catatan nyata atas tidak kekonsistenan “kebudayaan” kita. Kenapa terjadi banjir dan longsor hampir tiap tahun (pada musim hujan)? Dan mengapa terjadi kekurangan air (pada musim kemarau)? Padahal, kalau kita benar-benar fungsikan budi-nya, tentu seharusnya hal tersebut tidak terjadi separah saat ini dan yang telah menyengsarakan banyak orang itu.

Melalui budi-nya (akal, fikiran, pengertian, faham, pendapat, ikhtiar, atau perasaan), manusia sudah selayaknya mampu mengambil pelajaran berarti dari setiap fenomena alam yang terjadi. Dan kemudian menggunakan potensi daya-nya untuk membangunnya. Karena banjir tidak semata-mata datang begitu saja, seandainya lahan untuk menyimpannya tersedia dengan baik. Bukan malah sebaliknya, tandonan resapannya berubah fungsi dengan diganti oleh tembok-tembok bisu yang akan memakan kesunyian, kenyamanan, dan ketenangan tinggal dalam suasana hujan atau pun kemarau.

Di sini, hendaknya kita tidak seenaknya mengatasnamakan pembangunan untuk kepentingan rakyat, lantas kita boleh menebang pohon sembarangan, menutup lahan-lahan terbuka penyimpan air atau mengelola sampah seenaknya (baca: asal buang). Tentu, perilaku demikian bukan merupakan cerminan manusia yang memiliki predikat “berbudaya” itu. Bahkan, perilaku seperti ini akan medatangkan bencana dan kesengsaraan pada dirinya sendiri.

Manusia berbudaya, dengan berbekal akal, fikir dan ikhtiarnya, tentu akan mampu mengoptimalkan potensi dirinya itu untuk berbaik-baik, bersahabat dan mengelola alam semesta ini dengan bijaksana. Yakni pengelolaan alam yang berbudaya.

Oleh karena itu, manusia harus yakin akan firman-firman alam dan ketentuan Sang Maha Pencipta. Bukankah, jauh-jauh hari Allah SWT melalui Alquran telah memberi pedoman dalam memfungsikan “kebudayaan” manusia itu pada pelbagai sisi kehidupan. Diantaranya bagaimana hubungan manusia dengan pencipta-Nya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan alam semesta, dan lainnya.

Untuk itu, harus kita akui bahwa banjir yang terjadi belakangan ini merupakan akibat ketidakmampuan atau akibat ulah manusia sendiri yang tidak bertanggungjawab. Dalam kitab Umat Islam, surat Ar-Rum: 41 telah diungkapkan bahwa “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Kalau kita mau jujur, betapa nyata dan telah kita rasakan bersama akan kebenaran firman-Nya tersebut!

* *

DALAM tataran manusia berbudaya dan terjadinya bencana alam belakangan ini, tentu merupakan sebuah cerminan dari sesuatu hal yang salah dan tidak dioptimalkannya akan kekuatan trisakti yang dimiliki oleh tiap manusia tersebut.

Dalam hal ini, seperti pernah diungkap Ki Hadjar Dewantara, bahwa jiwa manusia telah merupakan “differensiasi” kekuatan-kekuatan terkenal dengan “trisakti”; dan tiga kekuatan itu meliputi: fikiran, rasa dan kemauan atau “cipta-rasa-karsa”. Trisakti inilah yang disebut budi.

Untuk itu, setiap kalangan hendaknya menempatkan dan memfungsikan setiap budi-nya itu dalam pola budaya hidupnya. Lebih tepat, upaya optimalisasi kekuatan “trisakti” manusia itu, juga merupakan sesuatu yang mesti kita bangun sebagai solusi pengendalian bencana yang telah terjadi dewasa ini. Karena tanpa mengoptimalkan kekuatan trisakti ini, maka bukan saja manusia tidak akan memperoleh predikat makhluk berbudi (baca: berbudaya), tapi lebih dari itu, ia akan menjadi tumbal dan menuai kesengsaraan dari buah perilaku yang tidak berbudi dan penempatan potensi daya-nya yang tidak tepat.

Kita yakin, adanya kekuatan trisakti sebagai pembentuk budi manusia tersebut, tidak saja berkuasa untuk memasukkan segala isi alam yang ada di luarnya ke dalam jiwanya ---dengan perataraan “paca inderanya---, namun berkuasa pula untuk “megolah” atau “memasak” segala isi alam yang memasuki jiwanya itu, hingga menjadi “buah”, dan buah budi manusia itu disebut kebudayaan.

Untuk itu, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi proses intropeksi peggunaan secara benar akan kekuatan trisakti manusia itu. Yang kemudian kita optimalkan kekuatan tersebut sehingga terbentuk peradaban manusia yang berbudaya, yaitu melalui pola pikir dan analisis intelektual yang telah diberika-Nya.

Mengakhiri tulisan ini, kiranya perlu kita renungkan apa yang telah dirumuskan dalam Musyawarah Antar Seniman Budayawan Islam bahwa “Kebudayaan ialah manifestasi dari ruh, zauq, iradah dan amal (cipta, rasa, karsa, dan karya) dalam seluruh segi kehidupan insani sebagai fihtrah, ciptaan karunia Allah.” Latas, melihat kodisi sekarang, betulkah kita termasuk manusia berbudaya? Bagaimana menurut Anda?***

Penulis adalah dosen tutor di Akademi Kesehatan Lingkungan [AKL] Kutamaya dan bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Depkes. R.I.

MyBlog ARDA DINATA:
Dunia Kesehatan Lingkungan: http://arda-dinata.blogspot.com
Dunia Inspirasi & Motivasi Hidup: http://miqra.blogspot.com
Dunia Penulis Sukses: http://arda-media-penulis.blogspot.com
Dunia Kliping Terseleksi: http://eklipingiptek.blogspot.com

Budaya Cinta Lingkungan


Tanaman berhak untuk hidup dan tumbuh, tanah berhak untuk ‘bernapas’, ayam dan ternak (baca: hewan) berhak untuk berkembangbiak agar memperoleh kemuliaan dikala disembelih dan dimakan manusia. Mungkin anda ingat, akan riwayat yang bercerita tentang Nabi Ibrahim as. Dia memimpin hak-hak binatang, batu dan kerikil, padi dan hutan?
[Arda Dinata]

SEMUA organisme memperoleh bahan-bahan dan energi untuk hidupnya dari alam lingkungan hidupnya. Begitu pula halnya dengan manusia. Ia mempergunakan sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Lingkungan kita, sudah barang tentu merupakan kawan dan harus menjadi kawan. Antara kita dan alam lingkungan, satu sama lain harus saling memelihara, saling membutuhkan dan saling memberi. Sebab, antara kita dan alam lingkungan adalah satu dalam suatu kehidupan.

Apabila dalam masyarakat ada suatu gerakan berupaya melestarikan hubungan harmonis antara manusia dan alam lingkungannya, maka gerakan itu harus kita sambut dan dukung. Karena gerakan tersebut adalah gerakan yang berusaha menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia, yang dengan akal dan pikirannya mengutamakan kepentingan bersama. Selayaknya, kita juga tidak hanya menunggu gerakan semacam itu, tapi lebih jauh hendaknya menciptakan dan memprakarsai gerakan serupa.

Pelestarian lingkungan merupakan kewajiban setiap manusia sebagai perwujudan manusia itu sendiri yang nyata dalam mengaplikasikan dirinya terhadap Sang Maha Pencipta, Allah Azza wa Jalla.. Lebih jauh dari itu, pemanfaatan sumber daya alam hendaknya selaras, seimbang, dan sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bertanggung jawab atas berlangsungnya hidup manusia serta makhluk hidup lainnya di alam ini. Itulah kesadaran kita terhadap lingkungan.

Sadar terhadap lingkungan, berarti membangun dan melestarikan sumber daya alam menuju tegaknya budaya cinta lingkungan. Jika lahir gerakan dalam masyarakat yang dengan penuh kesadaran terhadap lingkungan, maka bagaimana dengan para pemimpin masyarakat sendiri?

Pertanyaan itu timbul, karena para pemimpin dengan dalih untuk sebuah pembangunan, justru kadang-kadang merusak lingkungan. Padahal, seorang pemimpin, dirinya bukan sekedar memimpin masyarakat manusia, tetapi juga memimpin masyarakat makhluk selain manusia (yang luas dan beragam).

Artinya, bukan merupakan kebijakan seorang pemimpin bila dengan dalih pembangunan dan kesejahteraan, lantas sesuatu itu menjadi sebuah idiologi pembangunan modern yang merusak alam dan lingkungannya. Yang pada gilirannya, ia akan merusak manusia itu sendiri, seperti adanya kasus terjadinya pencemaran lingkungan (air, tanah, udara dan makanan) yang sering terjadi di sekitar kita.

Di sini, perlu dicatat oleh kita bahwa tanaman berhak untuk hidup dan tumbuh, tanah berhak untuk ‘bernapas’, ayam dan ternak (baca: hewan) berhak untuk berkembangbiak agar memperoleh kemuliaan dikala disembelih dan dimakan manusia. Mungkin anda ingat, akan riwayat yang bercerita tentang Nabi Ibrahim as. Dia memimpin hak-hak binatang, batu dan kerikil, padi dan hutan? Oleh karenanya, kita pun harus menyempurnakan hak-hak memelihara tanah dan alam lingkungan ini. Karena, bukankah seorang khalifah itu harus memimpin tanah dan airnya?

Tanah dan air itu, akan menumbuhkan pepohonan yang rindang sebagai paru-paru dunia dan manusia hidup di dalamnya. Kita membayangkan pohon-pohon cemara menjulang tinggi melambai-lambai membagi cinta dan kasih sayang dengan manusia. Tidak ada suatu keindahan yang paling indah, selain keindahan disaat kita berkencan dengan keindahan alam. Itulah salah satu perwujudan dialog kita kepada Allah. Bagaimana menurut Anda?***

Penulis adalah dosen tutor di Akademi Kesehatan Lingkungan [AKL] Kutamaya dan bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Depkes. R.I.

MyBlog ARDA DINATA:
Dunia Kesehatan Lingkungan: http://arda-dinata.blogspot.com
Dunia Inspirasi & Motivasi Hidup: http://miqra.blogspot.com
Dunia Penulis Sukses: http://arda-media-penulis.blogspot.com
Dunia Kliping Terseleksi: http://eklipingiptek.blogspot.com

18 April 2008

Menyebarkan Kebaikan

Oleh: Arda Dinata
Email: arda.dinata@gmail.com

“Ucapkanlah perkataan yang baik-baik, niscaya kamu akan beruntung. Jagalah perkataan-perkataan yang kotor, niscaya kamu akan selamat. Jika tidak, niscaya kamu akan menyesal kemudian.” [Ibn Abbas].

Yakinkanlah dalam diri kita, ketika melakukan kebaikan maka keberuntungan akan menghampiri kita. Inspirasi dan keyakinan itulah yang coba saya gulirkan lewat
Weblog Kesehatan Lingkungan ini. Tujuannya tidak muluk-muluk, selain ini merupakan media saya supaya tiap hari terus berlatih menulis, apalagi saya juga mengelola Weblog lain, seperti: MIQRA Indonesia. Weblog ini merupakan ikhtiar saya agar silaturahmi sejawat, temen, alumni, dan mereka yang meminati dunia Kesehatan Lingkungan dapat terjalin hubungan dengan baik. Betul…ngak??

BOKS EBOOKS RESELLER SUKSES HIDUP ANDA:

1. Mengirim Ribuan Email Pribadi Sekali Klik

2. Cara Mudah & Praktis Nampang di Internet


Bukankah dengan silaturahmi --walau lewat dunia (kuta) maya ini--, sesungguhnya dalam Beberapa keterangan ajaran Islam yang pernah saya pelajari, di situ orang yang melakukan silaturahmi akan mendatangkan rezeki dan panjang umur. Mudah-mudahan saja ya….!!! Apalagi yang saya sebarkan ini, insya Allah berupa ilmu yang bermanfaat. Dan saya berharap apa yang saya lakukan ini merupakan lading amal saya di kemudian hari. Jadi, media ini mengandung + + + + …. pahala, insya Allah.

Untuk itu, Weblog ini sangat terbuka bagi temen-temen yang akan berkontribusi mengirim tulisan. Kirim saja artikelnya ke email:
arda.dinata@gmail.com. Semoga dengan menulis di Weblog Akademi Kesehatan Lingkungan [AKL] Kutamaya ini, apa yang dikatakan Ibn Abbas di awal tulisan ini, kita termasuk didalamnya. Amin….!

Terakhir, saya ucapkan terima kasih buat temen-temen alumni AKL Kutamaya Bandung yang telah ber-SMS ria menyebarkan info-info dari saya dan ditunggu biodata-nya ya….!!! Tidak lupa juga buat rekan-rekan dosen di Poltekkes Bandung (Jurusan Kesehatan Lingkungan, Analis, dll), mahasiswa Poltekkes Padang (jurusan Kesehatan Lingkungan) yang selalu setia membaca tulisan-tulisan saya…. (sengaja saya tidak sebutkan namanya untuk sementara….!!). Dan mereka yang selalu membaca dan menunggu tulisan-tulisan saya yang baru, baik di internet dan koran). Pokoknya, terima kasih ya… atas apresiasinya dan doakan saya terus ya….!!!

Catatan: ditunggu komentar, saran, dan masukannya ya….!!!

Arda Dinata adalah penulis lepas, dosen dan tutor di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya.

Arda Dinata

Hp. 081320476048
Email:
arda.dinata@gmail.com
http://arda-dinata.blogspot.com
http://miqra.blogspot.com

11 April 2008

Menjaga Perut

Oleh: ARDA DINATA

Email: arda.dinata@gmail.com

SALAH satu nasehat Lukman kepada anaknya adalah masalah perut. “Wahai anakku! Apabila perutmu penuh, tidurlah fikiranmu, bungkamlah kebijaksanaan dan lemah lunglailah seluruh anggota badan sehingga malas beribadah. Adapun orang yang suka menyedikitkan makan dan minum, hatinya akan jernih bening, fikirannya terang, pandangannya tajam, syahwat nafsunya dapat dikalahkan dan jiwanya tertuntun dan terbimbing.”

Nasehat Lukman itu, tentu harus diperhatikan oleh siapa pun yang berharap hidupnya ingin sehat. Lagian, bukankah makan dan minum yang berlebihan akan menjadi sumber berbagai penyakit? Nabi SAW telah menuntun umatnya agar jangan terlalu banyak makan dan minum. Nabi SAW bersabda, “Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya, cukuplah baginya beberapa suap, untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, baiklah sepertiga makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiganya untuk nafasnya.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

BOKS EBOOKS RESELLER SUKSES HIDUP ANDA:

1. Mengirim Ribuan Email Pribadi Sekali Klik
2. Cara Mudah & Praktis Nampang di Internet
3. Cara Praktis Bikin Situs Dinamis & Interaktif
4. Panduan Praktis Bikin Ebook
5. Menjadi Penulis Sukses & Kaya
6. Peta Harta Karun Bagi Penulis Sukses
7. Cara Gampang Nerbitin Buku
8. Pintar Membuat Tulisan Yang Mengandung Hikmah
9. Kiat Membuat Tulisan Yang Menarik
10. Rahasia Peluang Bisnis di Internet
===by. Arda Dinata

Dari keterangan itu, setiap kita harus berperilaku proposional dalam mengisi perutnya. Dan perlakuan seseorang terhadap perut ini, sesungguhnya menjadi satu indikator pembeda antara orang mu’min dan orang kafir. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim disebutkan bahwa orang mu’min makan untuk satu perut, sedang orang kafir makan untuk tujuh perut.

Perilaku makan yang selalu melampaui batas hingga kekenyangan dapat menimbulkan aneka gangguan. Mulai dari tidak sanggup berfikir secara mendalam, kemampuan otak menjadi melemah untuk berpikir, masa bodoh terhadap persoalan yang ada di sekitarnya, dan menganggap sepele terhadap semua persoalan.

Beberapa studi kesehatan menyebutkan bahwa makan yang berlebihan dapat menyebabkan ngantuk dan malas. Barangsiapa makan secara berlebihan akan menyebabkan banyak tidurnya. Dan barangsiapa banyak tidur, maka banyak pula kebaikan dan kebajikan yang terlewatkan olehnya. Orang tua kita sering mengingatkan dengan ungkapan, “Orang lain sudah keliling dunia, dia masih tidur mendengkur.”

Akibat banyak tidur, maka banyak waktu yang terbuang percuma. Padahal, waktu bagi manusia sangat berharga dan menjadi modal kesuksesan dalam hidupnya. Dan jika waktunya hanya dipergunakan untuk tidur, sesungguhnya ia akan rugi dunia dan akhirat. Untuk itu, Allah SWT telah memperingatkan dalam firman-Nya, “Dan janganlah kalian menjerumuskan diri dengan usaha kalian ke dalam kebinasaan.” (QS Al-Baqarah: 195).

Akhirnya, dalam usaha menjaga perut ini, Allah telah memberi petunjuk kepada manusia dalam QS Al - A’raf: 31, yang artinya: “Makan dan minumlah (tetapi) jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berlebihan.” Wallahu a’lam.

Penulis adalah dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya.

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.

ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:

· Buku Sukses Untuk Anda. Klik di sini ….

· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll klik disini…